Diplomasi Hijau: Danantara Gaet Investasi Energi Bersih dari Raksasa Arab Saudi –Β Dalam upaya memperkuat transisi energi nasional dan menarik investasi strategis, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sukses menjalin kemitraan dengan ACWA Power, perusahaan energi terbarukan dan desalinasi air terbesar asal Arab Saudi. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) senilai USD 10 miliar atau sekitar Rp162 triliun, yang mencakup pengembangan proyek energi bersih di Indonesia.
Latar Belakang: Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Diplomasi Energi
Penandatanganan MoU ini berlangsung dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Arab Saudi pada awal Juli 2025. Delegasi Indonesia yang terdiri dari Menteri Investasi, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, serta pejabat tinggi lainnya, turut mendampingi Presiden dalam pertemuan strategis dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia bonus new member untuk:
- π Memperkuat kerja sama bilateral di sektor energi
- π‘ Mendorong investasi asing langsung (FDI) di bidang energi baru terbarukan (EBT)
- π Mempercepat pencapaian target bauran energi 34% pada 2034 dan 87% pada 2060
Fokus Investasi: Energi Surya, Hidrogen Hijau, dan Desalinasi Air
Kemitraan antara Danantara dan ACWA Power mencakup eksplorasi investasi di berbagai sektor energi bersih, antara lain:
- βοΈ Pembangkit listrik tenaga surya
- π¨ Turbin gas siklus gabungan
- π§ͺ Produksi hidrogen hijau
- π§ Fasilitas desalinasi air terpadu
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut bahwa kerja sama ini menghadirkan modal dan keahlian global yang dibutuhkan untuk mempercepat proyek-proyek berdampak tinggi di Indonesia.
βKemitraan ini adalah langkah penting dalam memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam transisi energi global,β ujar Rosan.
Sinergi dengan Pertamina: Proyek Energi Bersih 500 MW
Selain dengan Danantara, ACWA Power juga menjalin kemitraan situs slot qris strategis dengan PT Pertamina (Persero). Kolaborasi ini mencakup:
- π Pengembangan proyek energi terbarukan dan gas-to-power
- βοΈ Tender listrik baru dengan kapasitas kumulatif 500 megawatt (MW)
- π§ͺ Proyek hidrogen hijau dan lini bisnis operasi dan pemeliharaan (O&M)
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan strategi pertumbuhan ganda perusahaan: menjaga ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi menuju energi bersih.
Dampak Strategis bagi Indonesia
Kemitraan ini diharapkan memberikan dampak positif yang luas:
- π Meningkatkan ketahanan energi nasional
- π± Mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon
- ποΈ Mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan
- π€ Membuka peluang kerja sama teknologi dan pertukaran pengetahuan
Wakil Ketua dan Direktur Utama ACWA Power, Raad Al-Saady, menyatakan komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam mencapai tujuan jangka panjang di bidang energi dan air.
Komitmen Jangka Panjang: Menuju Masa Depan Hijau
Danantara menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang untuk:
- π Membangun kemitraan kredibel dengan mitra global
- π§ Mendukung prioritas nasional dalam transisi energi
- πΌ Menciptakan nilai komersial dan sosial secara berkelanjutan
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperluas portofolio energi hijau dan meningkatkan kapabilitas teknologi dalam negeri.
Penutup: Diplomasi Investasi untuk Energi Masa Depan
Danantara berhasil merayu perusahaan EBT Arab Saudi bukan hanya dengan potensi pasar, tetapi dengan visi strategis dan komitmen terhadap keberlanjutan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi magnet investasi global di sektor energi bersih.
Dengan dukungan modal, teknologi, dan diplomasi aktif, Indonesia siap melangkah menuju masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.